Rumah Harga 250 Jutaan: Ini yang akan Anda Dapatkan

Rumah adalah salah satu kebutuhan primer yang menjadi impian banyak orang. Harga yang ditawarkan untuk sebuah rumah dapat bervariasi tergantung kebutuhan dan juga kantong pembeli. Saat ini banyak sekali pengembang properti yang menawarkan rumah dengan berbagai ukuran dan juga model. Sayangnya harga yang ditawarkan cukup menguras kantong. Tapi anda tidak perlu khawatir. Anda masih bisa menemukan rumah dengan harga 250 jutaan. Seperti apa rumah seharga 250 jutaan? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

rumah harga 250 jutaan

Kini untuk mendapatkan rumah sederhana tipe 21 untuk keluarga kecil, setidaknya anda harus mengumpulkan uang setidaknya 300 juta untuk rumah yang layak huni. Lalu seperti apa rumah seharga 250 jutaan jika rumah seharga 300 juta saja hanya cukup untuk keluarga kecil saja?

Nilai sebuah rumah sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jadi anda bisa saja mendapatkan rumah yang lebih murah namun dengan kondisi yang nyaman untuk keluarga anda. Faktor faktor penentu harga rumah antara lain:

1. Lokasi

Sudah menjadi hal yang wajar jika harga rumah yang berlokasi di tengah kota lebih tinggi daripada daerah pibggiran. Hal ini disebabkan oleh lokasi yang strategis sehingga pemilik rumah dapat mengakses fasilitas publik seperti pasar dan sekolah dalam waktu singkat. Walau rumah di daerah pinggiran dapat menghambat aktifitas sehari hari karena lokasinya yang lebih jauh dari sekolah ataupun pasar, rumah rumah ini cenderung memiliki kondisi yang lebih baik daripada rumah di tengah kota. Jadi, pada dasarnya jarak antara tempat tinggal dan fasilitas umumlah yang menjadikan harga rumah di pusat kota lebih tinggi daripada rumah yang bertempat di daerah pinggiran.

Dengan membandingkan rumah antara kedua lokasi tersebut, anda harus bisa memutuskan hal apa yang akan anda pilih, rumah yang lebih besar dengan harga murah atau lokasi yang strategis yang harganya cukup menguras dompet anda?

2. Kondisi bangunan

Bangunan rumah yang rusak tentunya akan memiliki nilai yang lebih rendah dari rumah layak huni. Untuk memperbaiki kondisinya, tentunya dibutuhkan biaya perbaikan yang jumlahnya belum tentu sedikit (tergantung dari tingkat kerusakannya). Seringkali seorang pemilik rumah yang tidak terurus hanya menjual rumah tersebut senilai harga tanahnya saja karena menganggap bangunannya sudak tidak memiliki nilai jual.

Jika anda ingin mendapatkan rumah dengan harga murah, sebaiknya anda memilih rumah dengan kondisi layak huni dengan tingkat kerusakan yang tidak terlalu parah. Jadi anda hanya harus mengeluarkan sedikit uang untuk merenovasinya tanpa harus merubah struktur bangunan.

3. Status kepemilikan

Terkadang anda dapat menemukan sebuah rumah yang bagus dan layak huni. Namun sang pemilik justru mematok harga yang rendah daripada harga pasaran. Jika anda menemukan rumah seperti ini, anda harus hati hati dengan status kepemilikannya. Banyak sekali orang yang mencoba untuk menjual rumah sengketa dengan harga murah. Namun mereka tidak menjelaskan hal tersebut pada calon pembeli. Pada akhirnya si pemilik rumah yang baru akan menghadapi masalah tersebut sendirian.

Selain status kepemilikan yang disebutkan diatas, harga sebuah rumah dapat ditentukan oleh dokumen kepemilikannya. Misalnya, sebuah rumah dapat memiliki dokumen kepemilikan dalam bentuk sertifikat hak milik, hak guna bangunan, ataupun akta jual beli. Rumah dengan dokumen SHM memiliki status kepemilikan terkuat di mata hukum. Tapi anda juga harus memeriksa keabsahannya di Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan bahwa sertifikat hak milik atas bangunan tersebut hanya ada satu. Jika tercatat lebih dari sertifikat, maka dapat dipastikan akan timbul masalah sengketa kedepannya.

4. Luas tanah dan bangunan

Ukuran sebuah properti juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada harga jualnya. Karena itulah ukuran berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Namun, aturan ini biasanya dipengaruhi juga oleh lokasi properti tersebut. Bukan hal yang aneh jika harga bangunan di perkotaan lebih tinggi dari daerah pinggiran. Dengan uang sebesar 150 jutaan anda bisa mendapatkan rumah seluas 24-30 m2 di DKI Jakarta. Di lokasi yang berbeda, anda bisa mendapatkan rumah dengan ukuran yang sama hanya seharga 110 jutaan di Karawang.

Lalu seperti apa rumah seharga 250 jutaan?

Dengan uang sebesar itu sebenarnya anda masih bisa mendapatkan rumah yang layak huni di kota beasar seperti Jakarta. Tapi biasanya lokasi rumah tersebut sedikit jauh dari jalan raya. Bahkan terkadang anda harus masuk kedalam gang untuk mengakses rumah tersebut.

Anda juga dapat mencoba mencari komplek perumahan baru. Para pengembang biasanya memberikan harga promo sebagai bagian dari strategi pemasaran. Tapi sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah dari pengembang, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan:

1. Telusuri riwayat pengembang properti tersebut
2. Periksa dengan baik konsisi bangunan yang ditawarkan. Banyak pengembang nakal yang menggunakan bahan bangunan yang berkualitas rendah agar mereka dapat mearup lebih banyak keuntungan.
3. Pastikan listrik dan air sudah berfungsi dengan baik
4. Jika anda berniat menggunakan fasilitas kredit rumah, sebaiknya anda menggunakan KPR syariah agar beban angsuran anda tidak terlalu berat.

Intinya, anda masih bisa mendapatkan rumah dengan harga dibawah 250 jutaan, asalkan anda dapat memilah dengan baik kondisi dan status kepemilikan rumah tersebut. Manfaatkan media online untuk mendapatkan informasi mengenai rumah yang sesuai dengan spesifikasi yang anda cari. Jangan lupa untuk mencari referensi dari berbagai pihak seperti keluarga atau teman. Jika anda tekun mencari dan teliti dalam memilih, anda pasti bisa menemukan rumah yang anda impikan. Selamat berburu rumah!!

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *